5 Alasan Anak-anak harus belajar beladiri, alasan ke-4 adalah yang terpenting

Pada masa kini, pembullian kian marak. Orang tua, baik sebagai pihak yang dibully atau pembully sama-sama berharap hal ini tidak terjadi. Biasanya orang tua tidak tau jika terjadi pembullian / dibulli. Beberapa ciri bahwa pembullian terjadi bisa dilihat dari perubahan sikap anak:

  1. Perubahan sikap yang drastis
  2. Jarang berkomunikasi
  3. Kehilangan rasa percaya diri

Beberapa solusi dapat dijadikan rujukan, sebelum pembullian berlanjut bahkan sampai kepada masalah hukum. Salah satu diantaranya adalah mendaftarkan anak anda pada pelatihan beladiri yang baik. Misalkan latihan kungfu atau latihan taichi.

Pemilihan klub beladiri pun hendaknya orang tua mereview dulu sebelum mendaftarkannya. Sebab tidak semua klub beladiri menanamkan nila-nilai luhur yang terkandung pesan etika dan moral yang membentuk karakter si anak. Bahkan malah akan menambah masalah dan memperburuk keadaan.

Beberapa alasan kenapa anda harus mendaftarkan anak anda bergabung dalam klub beladiri sebagai berikut.

 

1. Membangun Persahabatan / Persaudaraan

 

Membangun persahabatan adalah hal yang cukup sulit pada masa kanak-kanak, biasanya ikatan terjadi karena melalui suatu hubungan yang mutualisme, dan dipercaya hal ini timbul saat melalui masa-masa sulit bersama antar satu dengan beberapa individu.

Belajar beladiri adalah proses yang tidak mudah, kami percaya bahwa dalam proses belajar, anak-anak akan melalui masa-masa sulit bersama-sama. Tentunya ini akan menjalin rasa kebersamaan, persahabatan bahkan persaudaraan. Melalui latihan reguler, komunitas, bahkan turnamen-turnamen beladiri biasanya anak akan saling kenalan dan menambah teman-teman baru.

Dalam beladiri Tiongkok bahkan secara tradisi kami memanggil satu sama lain dengan sebutan “Saudara seperguruan”, Shi Xiong adalah kakak seperguruan, Shi di, adik seperguruan dll. Seorang pelatih disebut Jiao Lian, bahkan Shi fu yang secara definitif adalah “Guru” namun dalam pemaknaan yang lebih dalam. Makna “Fu” yang terkandung dalam “Shi Fu” adalah karakter “Ayah” dari huruf mandarin, yang artinya guru seperti halnya bagi murid-muridnya adalah seorang Ayah.

Latihan beladiri tidak dijalani dalam hitungan minggu, apalagi harian. Tapi akan dilalui tahunan, sehingga ikatan persaudaraan akan terasa semakin kuat.

 

2. Belajar Menyelesaikan Masalah

 

 

Salah satu permasalah terbesar adalah pembullian, rasanya anda mengetahui ini bukan melalui berita-berita? Ada cara yang baik dan buruk menyikapi pembullian ini. Dengan belajar beladiri dan mengikuti program-program klub beladiri seorang anak akan belajar bagaimana menyelesaikan masalah pribadi di antara sesamanya, juga akan belajar bagaimana menghadapi masalah melalui cara yang aman.

Anak-anak kemungkinan akan berbeda pendapat dengan sesamanya, bahkan denga pelatihnya selama proses belajar. Namun para pelatih akan membantunya melalui perbedaan pendapat tersebut. Seorang pelatih yang baik akan cepat mengenali gejala terjadinya pembullian dan menemukan solusi sebelum masalah semakin parah.

Anak-anak dengan tempramental yang tinggi akan belajar menurunkan tempramental mereka, karena jika tidak mereka akan sulit melalui pelajaran-pelajaran di kelas beladiri. Melihatnya dengan ketenangan dan kepala dingin, agar bisa melihat akar permasalahan secara jernih dan segera menemukan solusinya.

 

3. Melepaskan Tekanan dan Energi dengan Cara yang Baik

Anak-anak ibarat bom waktu yang menyimpan daya ledak tinggi yang dapat meledak sewaktu-waktu. Bahkan setelah selesai jam sekolah energi potensial itu tetap ada. Biasanya energi ini dapat disalurkan dengan kegiatan bermain. Atau bahkan anak-anak yang mengikuti klub beladiri dapat menyalurkannya saat latihan di kelas. Memukul target, sanbag, mencurahkan segala energi yang tersimpan.

Meloncat, bergerak cepat, berteriak, menghembuskan napas, bahkan yang bersifat meditatif dan relaksasi sekali pun. Anak-anak yang dapat menyalurkan energinya dengan baik, akan semakin terarah dan tenang dalam menghadapi masalah. Ketenangan dalam menghadapi masalah dapat membantunya mengenali akar permasalahan dan memikirkan solusi sebagai jalan keluarnya.

Sebagai orang tua tentunya anda akan bahagia, melihat anak-anak anda menjadi maniak beladiri di klubnya, meraih prestasi, fokus dan memiliki obsesi yang positif bukan?

 

4. Membangun Rasa Percaya Diri

Anak-anak seringkali menghadapi masalah dalam pencarian jati diri dan rasa percaya diri. Salah satu hal terpenting dalam latihan beladiri adalah pembentukan “Rasa Percaya Diri”. Seorang anak yang belajar hal yang baru, akan merasa terpacu rasa percaya dirinya karena ia merasa memperoleh suatu pencapaian.

Bagaimana rasanya saat anda berhasil lulus ujian, misalkan UTS, UAS, UMPTN, Ebtanas? Lalu anda naik kelas, atau masuk sekolah favorit pilihan anda. Anda telah belajar keras, melalui ujian dan mendapat hal baru yang menandakan kenaikan tingkat kehidupan anda. Perasaan Rasa Percaya diri ini yang menimbulkan rasa kemampuan untuk melakukan sesuatu yang telah dicapai melalui suatu jerih payah.

Seperti halnya anak-anak yang mengikuti klub beladiri, mereka akan belajar hal-hal baru pada tahapan dan periode tertentu. Mereka akan diuji, dan mendapat pengakuan berdasarkan tingkatan yang telah dicapai. Pencapaian ini akan mereka tunjukan pada orang tua mereka sebagai usaha keras yang mereka lalui.

 

 

5. Belajar Menghormati dan Menghargai

 

Setiap anak harus menunjukkan sikap hormat dan menghargai kepada orang tuanya. Terutama kita yang hidup dalam budaya Timur. Seorang anak harus bisa menunjukkan sikap hormat dan menghargai kepada yang lebih tua. Baik dalam keluarga, lingkungan atau siapa pun secara umum.

Beberapa orang tua ada yang mengajarkannya rasa hormat secara langsung, ada juga yang belajar melalui kehidupan sekitarnya atau di lingkungan sekolah.

Di sekolah beladiri, pelatih mengajarkan rasa hormat pada anak didiknya, menghormati gurunya, pelatih, dan senior mereka. Begitu juga menghormati kawan-kawannya.

Pada akhirnya, dalam pertandingan sekali pun anak-anak belajar menghormati lawannya dengan norma-norma dan etika yang diterapkan dalam sistem beladiri tersebut. Mereka akan belajar kebijakan dan mendengar opini dan masukan dari pihak lain dalam proses pembelajaran. Nilai-nilai ini dengan sendirinya akan terbawa dalam kehidupan sehari-hari.

 

Beberapa orang tua menganggap, beladiri adalah jalan kekerasan. Mengajarkan beladiri pada anak-anak adalah mengajarkan kekerasan, dan mengajarkan jalan kekerasan sebagai penyelesaian dari semua masalah. Namun dengan 5 point yang disebutkan ini. Apakah anda sebagai orang tua sudah merasa bahwa pelatihan beladiri adalah penting bagi anak-anak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *