Pintu-pintu Beladiri

Pemahaman mengenai Pembelajaran

Saat di kelas kami Taichi di Jakarta dan Kungfu Baji. Kami percaya beladiri memiliki banyak pintu. Orang-orang masuk melalui pintu yang mana mereka suka, dan pada akhirnya mereka akan memilih suguhan yang sama di dalam ruangan itu walau masuk dari berbagai pintu. Di Perguruan Energi Alam Semesta-宇宙混元氣武館, kami terus mengembangkan sistem, kurikulum dan pemahaman. Agar setiap orang menikmati proses belajar sesuai masing-masing motivasi mereka bergabung awalnya. Sampai akhirnya mereka suka dan masuk ke tahap lebih lanjut. Agar orang merasa nyaman, saling support, bersosialisasi, saling bantu, sehingga mempermudah memahami setiap pelajaran.

 

Metode Pengajaran

Pemahaman dipermudah, dipecah menjadi hal-hal terkecil yang mampu dicerna oleh setiap individu. Setiap orang memiliki pemahaman dan daya tangkap yang berbeda, belum lagi latar belakang, karakter baik fisik maupun non-fisik. Karenanya kita percaya setiap orang adalah UNIK. Seorang sahabat bilang ke saya, “membina perguruan beladiri itu rumit dan kompleks. Bagaimana kita membina dan memperlakukan berbagai macam orang dengan tujuan yang berbeda-beda. Saya yakin kamu lebih paham dan berpegalaman dengan ini”. Beberapa orang bergabung karena alasan kesehatan, spritual, bahkan memang untuk belajar beladiri. Bahkan ada yang sekedar mengisi waktu luang. Namun seiring berjalannya waktu, mereka mengerucut pada satu hal dimana beladiri dikembalikan ke fungsinya sebagai “beladiri”, bukan jadi jagoan, atau pendekar tiada tanding. Tapi dimana beladiri menjadi sarana mempertahankan diri sekaligus ajang mengukir prestasi.

 

Siapa saja?

Usia? Berapa pun usia anda, prestasi anda akan membuat bangga siapa pun. Kalau anda anak-anak, ya orang tua, kalo orang tua anak-anak anda, pasangan dan seterusnya. Kami membuka semua pintu bagi siapapun yang ingin belajar bersama, mengambil manfaat dari beladiri yang kami latih. Sangat disayangkan jika hanya dibatasi untuk pukul-pukulan saja, menjadi pendekar tak terkalahkan….. dan pastinya bukan di sini tempatnya! Terlalu kecil manfaat beladiri dan hakikat ilmu, jika beladiri hanya dianggap alat untuk “menggebuk” orang lain saja. Sehingga dengan membatasinya, membuat orang tidak bisa merasakan manfaat lebih beladiri sebagai aspek membangun manusia yang lebih berkualitas baik lahir maupun bathin.

 

#healthy #relax #health #jakarta #healthylifestyle #relaxing #healthylife #balance #relaxation #martialarts #healthandwellness #kungfu #selfdefense #jakartaselatan #sparring #jakartabarat #jakartapusat #jakartatimur #taichi #jakartautara #lowbackpain #taichichuan #balancetraining #martialartstraining #selfdefensetraining #kungfuschool #kungfuwushu #taichiquan #lowbackpainrelief #ostheoarthritis

2 thoughts on “Pintu-pintu Beladiri”

Leave a Reply