Workshops

Di PEAS ada dua jenis Pelatihan (di luar program reguler), Workshop Internal dan Eksternal. Workshop Internal adalah kunjungan ke daerah-daerah dimana diadakan acara workshop singkat kepada publik maupun anggota. Tujuan dari Workshop ini adalah pengenalan sistem Bajiquan dan Taichi Chuan di PEAS kepada publik. Kami mengadakan Workshop rutin di beberapa daerah Cabang kami selama beberapa kali dalam setahunnya.

IND_indonesia_map

 

Bandung

Bandung-Minnan

koran-bandung

 

Medan

Medan-together-rez

sumut-post

 

Palembang

PEAS-Palembang

Selain Workshop Internal, PEAS juga secara berkala mengadakan Workshop Eksternal yang mengundang Narasumber dari luar Perguruan, tujuannya adalah membangun dan menambah khazanah wawasan para anggota PEAS dengan mempelajari teknik-teknik beladiri lain yang menunjang perkembangan sistem di PEAS.

07062014233

DSC_71-rez

Push-hands

DSC_0006

 

Push-hands bagi kami adalah suatu permainan, ini adalah dasar dari sparring tingkat lanjut (pukul-pukulan). Push-hands adalah permainan yang relatif aman dibandingkan sparring.

Bebas benturan, intinya hanya dorong dan tarik, menghilangkan keseimbangan satu sama lain. Tidak boleh tendangan pukulan, teknik patahan, dan cekikan.

Push-hands ini berguna sebagai sarana membiasakan diri tenang dan berpikir jernih saat bertarung, karena minim resiko cedera, permainan ini bisa dilakukan dengan tenang dan tergesa-gesa.

Tujuannya adalah mencoba mengaplikasikan hasil latihan dan melatih balance. Karena sifatnya yg aman, Push-hands ini membantu kita berpikir strategis dan jernih menggunakan teknik-teknik yang kita tahu dalam permainan ini guna menggoyahkan posisi lawan.

 

bg_kai_xingzhou_cartoon0

 

Push-hands ini secara internasional dipertandingkan, visi ke depan menjadi salah satu cabang permainan dalam event-event olah raga nasional, seperti Olimpiade, Sea Games, Asian Games, PON, dll.

Sampai saat ini belum ada aturan baku tentang pertandingan Push-hands, namun demikian setiap wilayah memiliki semangat yg sama meng-goal-kan Push-hands ini ke ajang olahraga yang telah disebutkan, mencoba bertukar pikiran menyamakan persepsi dan pada akhirnya membentuk aturan baku standar.

Push-hands pada awalnya adalah latihan berpasangan yang dikenal di beberapa aliran beladiri, di dalam silat pun ada sejenis latihan seperti ini, umumnya disebut tempelan. Tentunya masing-masing dengan tujuan dan caranya sendiri-sendiri. Namun kebelakangan, dalam rangka memasyarakatkan dan maningkatkan minat terhadap beladiri, Push-hands ini berkembang menjadi semacam permainan “semi-sparring” yang menyenangkan bagi tua-muda, wanita-pria.

12120154_446236488918401_7576386334082693142_o

Di Indonesia Push-hands ini telah dipertandingkan secara nasional, antusiasme pun semakin meningkat, kepada khalayak dari segala latar cabang beladiri. Seorang peserta workshop Perguruan Energi Alam Semesta-宇宙混元氣武館, yang baru pertama kali merasakan permainan ini bilang, “wuahhh maen kayak gini, bisa bikin addicted nih. maunya maen terus-terusan!”

Di PEAS kami melatih Push-hands dalam kelas khusus, dan setiap sesi terakhir latihan ada sesi khusus materi dan pertandingan Push-hands. Tentunya sesi ini adalah sesi yg ditunggu-tunggu dan menyenangkan setiap latihan.

 

gallery

 

Beberapa jenis Push-hands dalam pertandingan:

1. Tuishou diam (Fix step / Ding bu)

Tuishou ini terlihat gampang dan sepele, padahal tingkat kesulitannya lebih tinggi yaitu menjaga keseimbangan agar tidak bergeser. Bayangkan anda bertanding di atas tonggak-tonggak seperti di film silat, sedikit anda bergeser makan anda akan jatuh dari tonggak dan kalah.

2. Tuishou bergerak (Moving step / Huo Bu)

Tuishou ini relatif lebih mudah sebenarnya, karena kita dapat bergeser-geser saat keseimbangan terganggu. Hanya saja terkadang melelahkan bagi yang belum terbiasa relaks dan terbiasa menggunakan otot.

 

curriculum

Taichi Chuan

martin-taichi-batik

Taichi adalah seni bela diri yang kompleks yang sudah cukup lama, banyak juga taichi master yang terkenal. Beberapa sumber membedakan silsilah Taichi secara Legenda dan Historis. Dari sisi legenda Taichi diperkenalkan oleh seorang Tokoh bernama Chan sanfeng. Sedangkan dari sisi historis, Taichi mulai diperkenalkan oleh praktisi Taichi Chen Wangting sekitar 1580 s/d 1660. Dari beliau turun temurun, muncul varian-varian baru aliran keluarga Chen dan aliran-aliran baru lain seperti Yang, Wu, Sun, dst.

Secara garis besar Taichi aliran Chen terbagi dua varian, yaitu bentuk lama (Lao chia) dan bentuk baru (Hsin Chia). Saya sendiri diajarkan bentuk baru oleh guru saya Ko Welly Kwan. Beliau mempelajarinya dari seseorang praktisi Taichi aliran Chen di China secara insidensial. Kemudian mengajarkannya kepada saya dan beberapa sahabat saya pada 1998 akhir di Bandung. Ada beberapa aturan yang HARUS diikuti saat latihan Taichi agar beladiri ini bekerja sesuai tujuannya, ringkasnya sebagai berikut:

  • Bumi berotasi, berputar mengelilingi matahari (lingkaran besar, kecil)
  • Mau ke kanan kiri dulu, mau naik turun dulu, dan sebaliknya
  • Tenaga seperti capung (menyambar sesaat)
  • Satu bergerak, semua bergerak, satu berhenti semua berhenti
  • Tiap gerakan adalah kesatuan, dari ujung awal sampai akhir merupakan 1 jurus yg tak terpisahkan
  • Keras dan lunak harus harmonis
  • Kosong dan isi, tenaga bersilangan
  • Tidak terlalu lambat, tidak terlalu cepat
  • Cepat dan lambat harus jelas
  • Dari kepala ke ekor lurus (si li ting ching)
  • Gerakan tidak terputus, pengenduran harus jelas (sung) di akhir gerakan
  • Gerakan mencapai posisi terjauh secara alami

Sistem pengajaran dilakukan secara beberapa tahap. Untuk tahap awal diajarkan Chan Chuang dan latihan-latihan Chikung dasar (nampaknya tercampur dengan Yi ChinChing shaolin). Kemudian berlatih Chan Seching untuk beberapa hari. Sekitar satu tahun dilatih rangkaian jurus Hsin Chia, pertama kali diajarkan sampai gerakan benar dan lebih banyak menghapal. lama kelamaan mulai diterapkan teori dan konsep tenaga yang dipelajari.

 

zhanzhuang01

 

sambil belajar rangkaian jurusnya, dilatih juga dasar-dasar Tui Shou (latihan berpasangan Taichi). Pertama kali diajarkan Tuishou satu tangan untuk mengetahui pola-pola dasarnya:

  1. Menyamping
  2. Menusuk
  3. Menekan

Kemudian diajarkan dengan dua tangan. Setelah itu diajarkan Tuishou dengan langkah berpola, kemudian Tuishou bebas ke arah mana saja. Kebanyakan orang mengira Tuishou seperti sparring biasa, padahal Tuishou adalah latihan sensitif, merasakan perubahan energi dan tenaga. Mengantisipasi serangan satu pola tenaga dg teknik tertentu. Dalam Taichi dikenal dengan 8 postur utama Peng, Lu, Chi, An, Chou, Li, Tsai, Kou. Dari kedelapan postur ini dilatih juga teknik melepaskan tenaga.

Terbagi dalam 2 bagian rangkaian jurus, Hsin Chian Yi lu, dan Hsin Chia Er lu (Pao Chui). Untuk bagian pertama, terdiri dari 75 jurus kurang lebih. Lebih soft untuk bagian pertama, kadang soft kadang eksplosif. Untuk bagian kedua, saya lupa kurang lebih tepatnya berapa jurus, tetapi rangkaiannya lebih pendek, gerakan sangat eksplosif hampir di setiap jurus. Latihan untuk bagian pertama kurang lebih menghabiskan waktu satu tahun untuk menguasainya, untuk bagian kedua agak lebih cepat. Mungkin sekitar 3-6 bulan.

Taijiquan secara garis besar dibagi menjadi empat tahap, yaitu: Tahap Awal, Tahap 1, Tahap 2, Tahap 3, dan Tahap 4.

  1. Tahap Awal
    Meliputi latihan dasar yaitu:

    • Zhan zhuang
    • Berjalan
    • Chan Sijing
    • Delapan Fundamental
    • 13 Jurus
    • Dasar Tuishou
  2. Tahap 1
    Meliputi Xin Jia Yilu, mengingat bentuk dan Tuishou berpola.
  3. Tahap 2
    Meliputi Xin Jia Yilu, lebih detail beserta aplikasi dan Tuishou lanjut.
  4. Tahap 3
    Meliputi Xin Jia Erlu (Pao Chui), mengingat bentuk dan Tuishou bebas.
  5. Tahap 4
    Meliputi Xin Jia Erlu (Pao Chui), lebih detail beserta aplikasi dan Tuishou bebas.

Total masa latihan yang ditempuh siswa adalah sekitar 3 s/d 4 Tahun. Tergantung pencapaian dan penguasaan teknik sampai dinyatakan bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya. Lebih lanjut, adalah mempelajari jurus pedang.

 

IMG20150523091108

Kungfu Bajiquan

Snapshot - 2

Dalam sistem Pachi Chuan, sebenarnya tidak banyak jurus atau bentuk seperti sekarang dijumpai. Banyak praktisi Pachi Chuan awal, yang sebelumnya berlatih beladiri lainnya, membawa banyak Teknik-Teknik beladiri terdahulunya ke dalam Pachi Chuan yang ia pelajari. Teknik-Teknik umum biasanya (tidak termasuk Teknik menggunakan senjata):Chinkang Pashu (latihan delapan emas), Pachi Hsiao Chia (Pachi Chuan bentuk kecil), Pachi Chuan (Pachi Chuan bentuk besar), Pachi Tui Chia / Tuita(latihan berpasangan), dan Liu Ta Kai (enam pembukaan besar).

Tahap latihan sistem Pachi Chuan mencakup tiga tahap. Tahap pertama meliputi: Chang Chuang (menyangkut sikap dan posisi) atau Ti Ben pu, Chin Kang Pa Shu dan Pachi Hsiao Chia. Kuda-kuda membantu untuk memperkuat kaki, meningkatkan semangat dan pengendalian Chi. Kuda-kuda merupakan hal pertama dan merupakan latihan paling sulit bagi para praktisi Pachi Chuan. Chin Kang Pa Shu digunakan untuk pengembangan Teknik pengerahan tenaga utama dalam Pachi Chuan. Pachi Hsiao Chia adalah latihan pergerakan tubuh, teknik dasar dan pembentukan karakter beladiri. Tahap pertama biasanya memakan waktu satu sampai tiga tahun. Setelah menyelesaikan tahap yang pertama, dapat dikatakan bahwa praktisi Pachi Chuan memenuhi tahap siklus kecil dari sistem ini.

Tahap kedua meliputi: Pachi Chuan, Pachi Tui Chia / Tui Ta, dan Liu Ta Kai. Semua latihan tersebut untuk melatih gerakan tubuh secara internal, eksternal dan semua teknik-Teknik dalam sistem Pachi Chuan. Tahap ini memakan waktu tiga tahun. Setelah tahap ini, kekuatan eksternal seseorang, internal dan kekuatan Chi Kung seharusnya meningkat. Tahap terakhir adalah pelatihan internal. Hal ini termasuk: Hsu Hsi Kung (Chi Kung, Teknik untuk meningkatkan sistem internal), Nei Tong Kung (Chi Kung Teknik pergerakan sistem internal, untuk merasakan Chi dan meningkatkan kesehatan) dan Kou Kung Chi (Chi Kung Teknik menembuskan nafas dan sinkronisasi dengan tenaga). Teknik-tehni dipercaya berasal dari Teknik Chi Kung Kuil Shaolin. Sampai saat ini sulit ditemukan orang yang mengakui mencapai tingkat tertinggi. Tapi ada suatu pepatah umum: “Setelah sepuluh tahun latihan yang serius, orang bisa mengatakan menyelesaikan siklus sistem besar.”

Dalam beberapa dekade terakhir, kebanyakan pada masa pemerintahan Republik Rakyat Cina, banyak praktisi Pachi Chuan diangkat sebagai pengawal pejabat pemerintahan. Mungkin banyak yang bertanya apakah hal yang menjadikannya istimewa. Teknik Pachi Chuan sangat efektif dan karenanya Teknik-Teknik itu merupakan Teknik yang sangat utama dalam sistem ini. Semua Teknik Pachi Chuan sangat sederhana, lurus ke depan dan rapat. Pachi Chuan memiliki Teknik kuncian, seorang praktisi Pachi Chuan dalam sesaat dapat mematahkan lengan lawan dengan hanya menyentuh lengannya dan secara tiba-tiba mengejutkan seluruh tubuh lawannya.

Tujuan utama dari latihan Pachi Chuan adalah untuk mengembangkan daya hantam sesaat. Setelah menguasai Teknik ini, beberapa teknik yang sangat efisien dapat dilakukan atau diimplementasikan. Karenanya Teknik pengerahan tenaga ini merupakan hal paling mendasar dalam sistem Pachi Chuan. Tanpa kekuatan ini, teknik Pachi Chuan tidak berbeda (atau bahkan lebih buruk) dari beladiri lainnya. Kekuatan yang sangat keras dan tajam dilepaskan. Dikatakan seorang pendekar Pachi Chuan yang sangat ahli dapat menggeser peluru senapan dari jarak dekat secara (tingkat ini sangat tidak biasa, jadi jangan pernah melakukan hal ini). Seperti kebanyakan Kung Fu lain, Pachi Chuan adalah sebuah sistem yang kompleks. Berdasarkan Teknik intinya, banyak teknik dikembangkan seperti menusuk, bantingan, dan melempar.

 

Snapshot - 9

 

Bajiquan secara garis besar dibagi dengan tiga tahap latihan yaitu tahap awal, menengah, dan tahap lanjut.

  1. Tahap Awal
    Pada tahap ini mencakup latihan-latihan dasar untuk body conditioning dan teknik dasar. Body conditioning meliputi:

    • Sikap dasar: Ma bu (Huan Li), Kung bu, Jin Jing duli (Zhan zhuang)
    • Latihan perengangan: Kua Ma & Pikua
    • Latihan dasar drag-step
    • Latihan dasar side stretch punch dan side punch
    • Poke Paper & Chopping Leaves
    • Delapan Teknik Dasar (Jin Gang Bashi)
    • Pushing-hands (Baji Tuishou = Neiji gong)
  2. Tahap Menengah
    Diajarkan Xiao Baji beserta aplikasinya dan Liu da Kai. Kemudian aplikasinya dalam pertarungan. Di sini akan dilatih sparring secara terstruktur dan tidak akan menyakiti lawan.
    Karena akan diajarkan strategi bertarung dan aplikasi teknik dan jurus dalam hal ini bukan menang atau kalah. Kemudian di tahap ini akan lebih mendalami latihan pushing-hands.
  3. Tahap Lanjut
    Diajarkan Da Baji (Bentuk Besar) beserta aplikasinya dan Teknik Da Qiang (Tombak besar). Setelah belajar Tombak Besar akan diajarkan sparring menggunakan tombak secara terstruktur.

tuishou with bahana

Total masa latihan yang ditempuh siswa adalah sekitar 2,5 s/d 3 Tahun sampai tahap menengah, sampai selesai 5-6 tahun. Tergantung pencapaian dan penguasaan teknik sampai dinyatakan bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya.

 

Snapshot - 11